Friday, April 27, 2007
Interaksi Sinar-X dengan material
Ada dua proses yang terjadi bila seberkas sinar-x ditembakkan ke sebuah atom: (1)
energi berkas sinar-x terserap oleh atom, atau (2) sinar-x dihamburkan oleh atom. Dalam
proses yang pertama, berkas sinar-x terserap atom melalui Efek Fotolistrik yang
mengakibatkan tereksitasinya atom dan/atau terlemparnya elektron-elektron dari atom. Atom
akan kembali ke keadaan dasarnya dengan (1) memancarkan elektron (melalui Auger effect),
atau (2) memancarkan sinar-x floresen yang memiliki panjang gelombang karakteristik atom
tereksitasinya. Pada proses yang kedua, ada bagian berkas yang mengalami hamburan tanpa
kehilangan kehilangan energi (panjang gelombangnya tetap) dan ada bagian yang terhambur
dengan kehilangan sebagian energi (Hamburan Compton). Hamburan Compton dinamakan
juga hamburan tak-koheren.
Jadi serapan total sinar-x terjadi karena efek fotolistrik dan hamburan tak-koheren.
Namun, hamburan tak-koheren memiliki efek menyeluruh yang dapat diabaikan, kecuali
untuk radiasi dengan panjang gelombang pendek yang mengenai material dengan berat atom
rendah.
Dalam interaksinya dengan material, sinar-x juga dapat mengalami polarisasi linier
(seperti halnya cahaya tampak), baik parsial maupun total. Dengan demikian berkas sinar-x
terpolarisasi dapat diperoleh dengan cara hamburan dan untuk sudut hamburan 90ᄚ, polarisasi
lengkap terjadi, yaitu komponen vektor medan listrik tegaklurus bidang yang dibentuk berkas
datang dan berkas terhambur.
Berkas hamburan sinar-x oleh material yang dapat diukur adalah intensitas. Intensitas
berkas sinar-x yang mendekati paralel adalah fluks energi yang melewati satu satuan luasan
tertentu per satuan waktu. Untuk gelombang planar monokromatik, intensitas sebanding
dengan kuadrat amplitudo getaran. Intensitas radiasi yang dihasilkan oleh sumber titik (atau
sumber kuasi-titik) pada arah tertentu adalah energi yang dipancarkan per detik per satuan
sudut ruang pada arah itu. Dalam pengukuran intensitas mutlak, cara termudah adalah dengan
menentukan jumlah foton teremisi atau tertangkap (detektor) per satuan waktu, bisa per
satuan luas atau per satuan sudut ruang.
Posted at 08:47 pm by
Adr_BlogDrive
Wednesday, April 25, 2007
Di akhir abad ke sembilan belas, banyak ilmuwan yang tertarik melakukan eksperimen lucutan listrik di dalam tabung yang berisi gas bertekanan rendah. Di dalam tabung dipasang dua buah elektroda yang dihubungkan dengan sumber listrik tegangan tinggi DC sekitar 1 kV. Tergantung pada tingkat kevakuman tabung, gas di dalam tabung akan berpendar dengan warna yang berbeda – beda. Jika tekanan gas diperkecil hingga sekitar seperseribu atmosphere, maka gas di dalam tabung tidak berpendar lagi tetapi di ujung tabung yang berhadapan dengan katoda akan terlihat bintik pendaran. Karena bintik pendaran ini berasal dari katoda, maka sinar yang berasal dari katoda dinamakan sinar katoda
Posted at 02:10 pm by
Adr_BlogDrive